Korban Kriminal di Rapid Tes Berbayar, Wadir Rumkit Pelamonia: agar Steril

oleh -1.505 views
Spread the love

MAKASSAR, MITRASATU.com – Seperti postingan di salah satu group Facebook, dimana seorang warga berinisial MA (15) terluka oleh anak panah (busur) yang diduga dilakukan Orang Tidak Dikenal (OTK) dan dilarikan ke rumah sakit pelamonia di Jl Jendral Sudirman, No 27 Kec Ujung Pandang Kota Makassar, Kamis (4/6)

Postingan tersebut menjelaskan, bahwa pasien (korban) diduga akan dibegal ini mendapat pelayanan intens di RS Pelamonia dengan menggunakan kartu BPJS. Namun, dijelaskan lagi bahwa keluarga korban masih membeli obat padahal menggunakan kartu BPJS dari pemerintah

Menurut keterangan Achsan paman korban menuturkan, bahwa sempat MA ini dirawat di RS Pelamonia dengan membeli obat antibiotik, CT Scan dan juga korban diarahkan untuk rapid test. Bukan hanya itu, menurut dia ada biaya perawatan dan biaya sewa ambulance untuk di rujuk ke RS Wahidin.

Baca Juga :   Sainab: Kami Butuh Rehab Kelas Dan Mobiler Yang Layak

Alasannya dirujuk lantaran dokter yang menangani spesialis bedah sedang sakit dan alat operasi di RS Pelamonia tersebut terbatas,

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Rumah Sakit (Wadir Rumkit) Pelamonia, dr F Alvian AMU Sp P membantah adanya pasien yang diterlantarkan di RS Pelamonia, Senin (8/6/2020)

Menurut dua bunga atau berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) ini, RS Pelamonia itu selalu mengedepankan emergency pelayanan kepada siapa saja. Bukan hanya dikhususkan untuk TNI tetapi masyarakat juga kami layani dengan baik tanpa ada perbedaan sedikit pun.

“Ada pun biaya yang dikeluarkan itu benar. Kenapa tidak dipotong di kartu BPJS sementara dia menggunakan kartu itu ? Sebab, sesuai aturan Menteri yang ditanggung adalah pasien yang sakit dan bukan kecelakaan ataupun kasus kriminal,” jelasnya.

Baca Juga :   DIRLANTAS POLDA SULSEL DAN BRI SULSEL KERJASAMA LUNCURKAN PROGRAM KESELAMATAN 2020, GINI TUJUANNYA...!!!

Lebih jauh dijelaskannya, soal kenapa RS Pelamonia mengarahkan pasien untuk rapid test, sebab pasien juga sebelum dibawa di ruangan operasi tentu harus steril selama pandemi. Lanjutnya, tidak ada yang di tes ketika pandemi sudah aman dan kondusif

“Jadi saya luruskan kembali soal kekeliruan warga, disini tetap mengedepankan pelayanan. Pihak RS tidak pernah membebankan warga jika sesuai prosedur yang berlaku,” tutup dr F Alvian, mengakhiri komentarnya.
(Rilis GoWa-MO)
Editor: SR

Tinggalkan Balasan