Menguak Pemahaman

oleh -966 views
Spread the love
Advertisement

Tingkat pemahaman sangat berperan besar dalam meraih hasil yang berbuah kebaikan. Setiap persoalan yang dikerjakan, tentu harus dilandasi dengan pemahaman yang benar guna menghadirkan capaian yang memuaskan. Umumnya capaian itu tidak mengkhianati proses. Sedangkan, pemahaman yang benar itu harus ada dalam setiap proses, sehingga arah solusi jelas terlihat untuk membantu meraihnya.

Begitu pula dengan pemahaman tentang pahala dan dosa serta rasa suka dan rasa benci dari Allah SWT.

Pahala adalah ganjaran atas perbuatan baik, sedangkan dosa adalah konsekwensi dari pelanggaran.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya:

“Kalian tidaklah beriman sebelum kalian merahmati!” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah kami saling menyayangi,” mendengar itu Nabi bersabda, “Bukan kasih sayang salah seorang dari kalian kepada kawannya akan tetapi kasih sayang kepada semuanya.” (HR. Turmudzi)

Rassulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu, maka jika kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yg baik, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yg baik. Tajamkanlah pisaunya dan senangkanlah hewan sembelihannya.” (HR.Muslim 1955)

Baca Juga :   Membuka Tabir

Dari Abdullah bin Umar RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Orang-orang yang pengasih akan dikasihi Allah Sang Maha Pengasih. Kasihilah siapa pun di bumi maka yang di langit akan mengasihimu.

Rasa suka dari Allah akan hadir, jika seseorang mampu melakukan kebaikan yang umumnya orang banyak atau orang lain kurang mampu atau kurang berminat melakukannya. Seperti, salah satu contohnya adalah rasa sayang terhadap kucing (hewan kesayangannya nabi besar Muhammad SAW), dengan memberinya makan, minum serta tidak menyakitinya. Kelihatannya sepele, tapi sangat kurang orang yang mampu melakukannya, malahan biasanya yang terjadi adalah orang akan mengusirnya dan menyakitinya dengan melemparinya dengan batu, atau dengan menendangnya padahal biasanya gangguan sebenarnya yang ditimbulkan oleh kucing ini sangatlah sepele.

Hal sederhana dan kelihatannya juga sangat sepele, tapi bisa meraih rasa suka Allah adalah dengan menjaga tangan yang biasanya secara iseng (tanpa tujuan penting) memetik daun tumbuhan yang masih hijau, padahal daun ini masih hidup dan juga mau hidup. Tumbuhan ini makhluk hidup yang juga ciptaan Allah dan juga berhak untuk hidup. Seyogianya sebagai sesama makhluk hidup, maka janganlah bertindak atau melakukan hal yang membuatnya mati (tanpa alasan yang jelas) karena kematian itu, adalah keputusan atau hak prerogatif dari Allah SWT bukan dari sesama makhluk hidup.

Baca Juga :   Akibat Pandemik Covid-19 Perindustrian Otomotif Nasional Mengalami Lumpuh

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan an-Nasai dituliskan, “Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala tidak menerima suatu amal kecuali jika dikerjakan murni karena-Nya dan mengharapkan wajah-Nya.”

Mari melakukan sesuatu atau pun menghindari melakukan sesuatu,  bukan berdasar patokan pahala atau dosa, tapi berlandaskan apakah Allah menyukai atau tidak menyukainya.

Ada pula hal-hal yang ketika dilakukan itu tidak berdosa tapi perbuatan tersebut dibenci oleh Allah, salah satu contohnya yakni pasangan suami isteri yang melakukan perceraian.

Memang betul bahwa perceraian itu tidak berdosa, tapi ini salah satu perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Jika seseorang membenci perbuatan kita, apakah seseorang tersebut akan menyukai diri kita ini ? Apakah hidup kita akan berkah jika “Pemilik Keberkahan” membenci diri kita ? Apakah kita bisa masuk surga jika “Pemilik Surga” membenci diri kita ? Penulis hanya bisa menjawabnya bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui dan hanya Allah yang Maha Benar.

Baca Juga :   Aku Ingin SayangMu

Ada pula kebaikan yang sangat kurang orang yang mampu melakukannya, padahal tanpa mengeluarkan uang banyak dan tanpa menguras tenaga secara berlebihan, yakni memaafkan kesalahan dan keburukan orang lain serta membesuknya ketika mendapatkan kesusahan, bukan malah bergembira dengan kesusahan yang menimpa sesama kita manusia. (Wallahu A’lam Bis-Shawabi).
*SYAHRIR AR
GOWA, OKTOBER 2020*

loading…